Selasa, 27 April 2010

ancaman facebook

Anak & Ancaman Facebook, Dari Penculikan Sampai Prostitusi (1)

Nov dan keluarganya kembali ke Sidoarjo usai diperiksa polisi (Foto: Ist)

Situs jejaring sosial Facebook (FB) belakangan mendapat sorotan negatif karena munculnya banyak kasus menimpa anak di bawah umur yang berhubungan dengan situs dengan 200 juta pengguna di seluruh dunia itu. Meski banyak yang bilang bukan salah FB, nyatanya kasus-kasus mengerikan yang menimpa remaja putri berikut ini, semua berawal dari kegiatan mereka main FB.

Berita Feb membawa kabur Nov (14), siswi SMP, memang sempat menyita perhatian masyarakat. Tak jelas benar, apakah Feb “menculik” atau memang keduanya sepakat kabur bersama. Yang jelas, pada temannya, Nov berulangkali bilang, ingin menemui Feb, pria yang dikenalnya melalui fasilitas percakapan maya mIRC dan berlanjut di situs jejaring sosial FB. “Saya sempat melarang karena sudah terlalu sore, tapi Nov memaksa, minta dijemput di Cimone,” kisah Reza, si teman tadi. Berhubung Feb tak bisa menjemput dan tak bisa mengendarai motor, Reza lah yang pergi menjemput.

Sabtu malam, Nov tiba di Cimone, Tangerang, dan langsung dibonceng Reza menuju rumah keluarga Feb. Lida (26) dan Ija (32), bibi Feb, menerima Nov dengan baik. “Kami tanya, sudah izin orangtua atau belum, jawabnya sudah,” kata Lida. Berhubung malam semakin larut, keluarga Feb menyarankan Nov tinggal semalam dan tidur bersama Ija. Paginya, Nov disarankan kembali ke keluarganya agar orangtua Nov tidak khawatir. “Kalau ditanya soal keluarganya, dia menangis. Dia bilang enggak mau kembali ke keluarganya, sudah enggak tahan,” kata Ija menirukan Nov.

Minggu pagi, keluarga minta Nov pulang diantar Feb. Paman Feb dan Reza, malah sempat memberi total Rp 100 ribu untuk ongkos. Ternyata, sejak itu, Feb tak kunjung kembali. Teman-teman dan keluarga Feb berusaha menghubungi dua sejoli ini. Tak berhasil karena mereka sering mematikan telepon selular. Senin malam, keluarga dan teman Feb berhasil melakukan komunikasi dengan Feb dan Nov. Kabar yang mereka dapat, Feb dan Nov tengah berada di kawasan Jatiuwung, Tangerang. Tengah malam, beberapa orang teman dan keluarga Feb akhirnya berhasil bertemu sekaligus membujuk Feb pulang ke rumah dan segera mengantar Nov pulang pagi harinya. Setelah Feb setuju, keluarga kembali ke rumah sementara Feb dan Nov berniat menggunakan kendaraan umum. “Sesaat sebelum mereka pergi itulah polisi datang dan langsung menangkap Feb.”

Enggan Damai

Selain ke Komnas Anak, Binsar juga telah melaporkan Jeje ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan melarikan anak di bawah umur (Foto: Sita Dewi)

Roji, ayah Feb, hanya bisa pasrah. Ia amat berharap keluarga Nov mau berdamai. “Selama ini keluarga kami terlalu dipojokkan. Saya juga ingin bertemu keluarga Nov untuk membicarakan masalah ini agar tidak semakin membesar.” Keluarga Feb juga menyesalkan Nov yang mengaku sudah mendapat izin orangtua untuk menemui Feb.

Sementara keluarga Nov enggan berkomentar lagi mengenai peristiwa ini. “Semuanya sudah dilimpahkan ke Polda, jadi segala sesuatunya silakan tanya ke polisi,” kata salah satu anggota keluarga yang tak mau disebut namanya.

“Keluarga syok dan malu. Bukan hanya keluarga inti Nov, tapi keluarga besar. Kami tidak siap dengan sorotan media seperti ini,” lanjutnya. Maklum, Nov ditengarai telah melakukan tiga kali hubungan seksual dengan Feb selama mereka menghilang. Mereka juga tak menyangka, niat awal menghubungi media untuk mempermudah pencarian Nov, malah berbuah malu.

Soal keinginan keluarga Feb menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan, agaknya bakal tak dipenuhi. “Kami ingin proses hukum terus berjalan. Cerita versi keluarga Feb juga banyak missing link-nya. Nov enggak mungkin bisa ke Cimone sendiri. Di sini enggak ada ojek dan dia juga enggak tahu wilayah ini. Jelas-jelas waktu itu ada tiga motor di depan rumah yang menjemput Nov,” paparnya. Ia juga yakin melihat tiga buah motor yang menjemput Nov di rumah keluarganya di BSD, Tangerang.
Sita Dewi/bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar